JUNI, 1993.
Tahun yang sangat berarti oleh pasangan Kimmy Halim dan juga Jazqilla Alani. Pasalnya setelah Kimmy mendapatkan gelar dokter, pasangan ini mendapatkan kabar membahagiakan lainnya yaitu Qila dianugerahi anak pertama. Bagi Kimmy, anak pertama mereka akan membawa keberuntungan bagi keluarga kecil mereka.
MARET, 1994.
Qibil Janaki, Berkah Tuhan untuk Kimmy dan Qila. Besar harapan pasangan tersebut untuk Qibil. Mereka berharap, kelak Qibil akan menjadi anak yang baik kepada siapapun dan membawa berkah untuk keluarga dan juga orang disekitarnya.
APRIL, 2004
Qibil yang saat itu berusia 10 tahun dengan riang datang kerumah sakit tempat dimana ibunya sedang dirawat. Karena tentu, ibunya akan melahirkan adik untuknya! Setelah 10 tahun sendiri, kini dirinya diberikan dua adik kecil yang cantik. Ariesella Kailani Halim dan Starella Kailani Halim. Halo, adik Ibil!
2023.
Qibil tumbuh dan berkembang menjadi anak yang aktif bersosialisasi dan terkenal sebagai anak yang ramah terutama kepada orang tua. Qibil tidak akan segan untuk mengajak ibu-ibu atau bapak-bapak untuk bercengkraman bersama dirinya. Karena sedari kecil Qibil selalu menyapa dan juga memberikan senyum untuk orang lain.
Tentu dibalik sifat cerianya ada beberapa cerita yang selalu dirinya sembunyikan yaitu cita-citanya. Sedari kecil, Qibil selalu bercita-cita menjadi seorang pilot, dirinya tidak ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi ataupun ibunya yang membuka toko kue. Walaupun Qibil suka membuat kue, tetapi itu hanyalah kegiatan sampingan. Qibil selalu menyukai langit, dan hal-hal yang berkaitan dengan pesawat. Kedua orangtuanya pun tidak pernah mempermasalahkan cita-citanya. Namun semenjak ibunya di diagnosis sakit pada tahun 2012 dirinya bertekad untuk menjaga ibunya dan juga menemani adiknya yang saat itu masih berusia 8 tahun. Karena dirinya berfikir ayahnya sendiri tak cukup waktu untuk menjaga serta merawat ibu serta adiknya. Menurut Qibil, keluarga adalah prioritas utama dirinya saat itu.
Memasuki umur 24 tahun, ibunya dinyatakan sembuh dari penyakit mengerikan itu, Qibil yang saat itu usianya tidak lagi muda memutuskan untuk tetap melanjutkan sekolah S2 dan bekerja bersama teman-temannya. Pekerjaan Qibil terbilang sangat fleksibel, dirinya bekerja disaat beberapa proyek bersama temannya atau bekerja mengelola rumah sakit yang ayahnya dirikan bersama teman-teman dokternya ataupun sekedar mencari resep kue baru bersama ibu dan kedua adiknya.
Menurut keluarga dan juga rekan kerjanya, sifat Qibil yang suka bercerita dan juga suka menegur semua orang memudahkan dirinya untuk bekerja dan juga mencari relasi dalam pekerjaan.
Dan diumurnya yang menginjak 29 tahun, Qibil selalu bersyukur diberikan keluarga yang supportif, karir yang baik mesikpun bukan pilihannya dan juga teman-temannya yang selalu membuat dirinya terasa lebih baik dari pada sebelumnya.